Bedah Minimal Invasif

.

Bedah Minimal invasif adalah suatu prosedur pembedahan baik untuk keperluan diagnosis maupun terapi terhadap suatu penyakit yang dilakukan melalui sayatan kecil ( biasanya sebesar 10 mm dan 5 mm, bahkan untuk prosedur tertentu dapat hanya 3mm)

Prosedur bedah minimal invasif dan prosedur bedah minimal akses, memiliki arti yang berbeda. Pada minimal invasif kita mendapatkan dua keuntungan yaitu akses luka yang kecil dan prosedur yang dilakukan memiliki hasil klinis yang lebih baik dibandingkan bedah konvensional oleh karena bukan hanya irisan kulit yang kecil namun prosedur yang dilakukanpun memberikan luka yang minimal pada organ tubuh yang dituju jika dibandingkan dengan operasi konvensional (bedah terbuka). Sementara pada bedah minimal akses, irisan kulit kecil sementara prosedur pembedahan yang dilakukan sama dengan prosedur konvensional, tentunya tetap dengan keuntungan, oleh karena kulit yang dilukai minimal akan membuat pasien lebih cepat pulih. Oleh karena itu kami menyatukan istilah untuk keduanya disini sebagai Bedah Minimal Invasif.

Tim Bedah Minimal Invasif RSUP dr. Kariadi Semarang merupakan gabungan dari beberapa disiplin Ilmu Bedah. Dengan ruang lingkup pelayanan mulai dari Bedah Digestif ( bedah saluran cerna, hati empedu,  pankreas dan limpa pada dewasa), Bedah Anak (saluran cerna, hati empedu pankreas dan limpa, organ dan saluran kencing pada anak), Bedah Urologi (organ dan saluran kencing pada dewasa dan anak),  Bedah Orthopedi (bedah tulang, tulang rawan dan sendi) dan Bedah Onkologi (bedah tumor).

Dalam proses pembedahan kami menggunakan teknik dan instrument khusus seperti kamera mikro atau peralatan video serat optik dan kadangkala menggunakan petunjuk gambar x-ray atau ultrasonografi untuk memandu mengakses bagian tententu yang ingin dicapai. Bahkan untuk banyak prosedur di RSUP dr. Kariadi Semarang, bedah minimal invasif  telah menggantikan teknik bedah konvensional  sebagai standar operasi. Kami bahkan telah banyak melakukan prosedur-prosedur bedah minimal invasif yang belum dapat dilakukan oleh pusat layanan lain di Indonesia. Seperti Bedah minimal invasif pada tumor ganas pankreas, tumor ganas hati, tumor limpa maupun operasi pada kelainan bayi baru lahir kurang dari 28 hari.

 

Keunggulan bedah minimal invasif

Tentunya jika dibandingkan dengan bedah konvensional memiliki keunggulan untuk pasien sebagai berikut:

  1. Meminimalisir trauma pada tubuh pasien
  2. Luka sayatan akan lebih kecil
  3. Meminimalisir perdarahan
  4. Mempercepat pemulihan dari menggunakan obat nyeri
  5. Lama rawat inap lebih singkat
  6. Pasien akan lebih cepat kembali ke aktivitas normal

 

Keterbatasan bedah minimal invasif

Sangat penting untuk dipahami bahwa bedah minimal invasif juga memiliki keterbatasan sebagai berikut:

  • Mungkin tidak sesuai untuk semua pasien dan semua prosedur
  • Pada beberapa prosedur memerlukan waktu yang lebih lama daripada bedah konvensional
  • Memerlukan pelatihan spesialis khusus, tentunya tenaga spesialis yang mampu melakukan prosedur ini terbatas, hanya pada rumah sakit tertentu.
  • Apabila komplikasi terjadi, atau pada situasi yang tidak diinginkan, bedah minimal invasif dapat berubah menjadi bedah terbuka.

Produk Layanan Unggulan

Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) DR. Kariadi melakukan pelayanan bedah minimal invasif (Digestif) menggunakan sistem laparoskopi untuk penanganan kasus hepatobilier tumor pankreas, hati, dan saluran empedu pada pasien. Layanan ini merupakan yang kali pertama dilakukan RSUP dr. Kariadi dan juga di Indonesia. Untuk penanganan hepatobilier bedah laparoskopi memang masih langka di Indonesia. Baru RSUP dr. Kariadi yang sudah menangani skala nasional dan juga tim dari RSCM Jakarta,” ujar dr. Erik Prabowo, M.Si. Med, SpB-KBD. Erik menyebutkan tindakan medis dengan bedah Digestif menggunakan layanan laparoskopi itu dilakukan pada pasien yang terindikasi tumor ganas, dan sebagian kecil tumor jinak. "Ada berbagai macam yang ditangani seperti, kanker hati dan pankreas, tumor limpa, nanah pada hati, kista pada hati maupun operasi pada kelainan bayi baru lahir kurang dari 28 hari. Semua sudah ada yang kita tangani,"terangnya. Untuk penindakan medis, bedah konvensional memiliki keunggulan bagi pasien. Namun, untuk proses pembedahan harus dilakukan melalui pembiusan terlebih dahulu. "Tindakan ini seperti operasi ringan yang memerlukan 3-4 mm lubang pada bagian pusar dan sekitar perut sebagai sarana memasukkan alat teropong, semacam kamera kecil dan alat lain untuk menunjang operasi. Jadi, dokter akan melakukan pembedahan dengan cara memantau lewat kamera yang telah dimasukkan ke dalam perut dan tersambung ke layar monitor,” jelas dr. Erik. Proses pemulihan pascaoperasi bedah Digestif ini juga memberikan kenyamanan bagi pasien. Selain masa penyembuhan yang cepat, bekas sasaran pascaoperasi juga tidak kelihatan. "Keunggulan pada operasi laparoskopi ini meminimalisasi trauma pada tubuh pasien, luka sayatan lebih kecil, meminimalisasi perdarahan, mempercepat pemulihan dari menggunakan obat nyeri, sehingga rawat inap lebih singkat sekitar tiga-empat hari sudah bisa pulang. Pasien juga bisa lebih cepat beraktivitas,"tandasnya. 

Laparoskopi Hepatobilier Sederhana

            - Pengangkatan kantung empedu

            - Nanah pada hati

            - Kista pada hati

            - Biopsi hati, pankreas dan limpa

  • Laparoskopi Hepatobilier Kompleks

            - Eksplorasi saluran empedu pada batu saluran empedu

            - Whipple Prosedure (pengangkatan tumor pankreas)

            - Reseksi Hati Anatomikal dan non anatomikal pada tumor hati primer maupun  metastasis

  • Laparoskopi Colorectal

            - Pengangkatan tumor usus besar

            - Pengangkatan tumor rectum

  • Laparoskopi Bariatric Surgery

            Pembedahan minimal invasif pada obesitas

  • Laparoskopi hernia
  • Laparoskopi usus buntu

 

Bedah Anak

  • Laparoskopi Hepatobilier (Kantung empedu, kista saluran empedu, tumor hati)
  • Laparoskopi Hernia
  • Laparoskopi Splenectomy (pengangkatan limpa)
  • Laparoskopi HPS (pada penyakit penyempitan muara lambung)
  • Laporoskopi Biopsi Tumor
  • Laparoskopi Hirschsprung’s (megacolon) 

Bedah Urologi

  • Laparoskopi orchidectomy (pengangkatan testis intraabdomen)
  • Laparoskopi varicocele

 

Bedah Orthopedi

  • Artroskopi : sendi bahu, lutut, pergelangan kaki
  • Spine : MISS minimal invasive spine surgery (vertebroplasty, mikroendoscopic dissectomy)

Bedah Onkologi

  • Endoskopi Thyroidectomy (pengangkatan tumor kelenjar gondok dengan insisi kecil)

 

Keunggulan bedah minimal invasif

Tentunya jika dibandingkan dengan bedah konvensional memiliki keunggulan untuk pasien sebagai berikut:

  • Meminimalisir trauma pada tubuh pasien
  • Luka sayatan akan lebih kecil
  • Meminimalisir perdarahan
  • Mempercepat pemulihan dari menggunakan obat nyeri
  • Lama rawat inap lebih singkat
  • Pasien akan lebih cepat kembali ke aktivitas normal

 

Keterbatasan bedah minimal invasif

Sangat penting untuk dipahami bahwa bedah minimal invasif juga memiliki keterbatasan sebagai berikut:

  • Mungkin tidak sesuai untuk semua pasien dan semua prosedur
  • Pada beberapa prosedur memerlukan waktu yang lebih lama daripada bedah konvensional
  • Memerlukan pelatihan spesialis khusus, tentunya tenaga spesialis yang mampu melakukan prosedur ini terbatas, hanya pada rumah sakit tertentu.
  • Apabila komplikasi terjadi, atau pada situasi yang tidak diinginkan, bedah minimal invasif dapat berubah menjadi bedah terbuka.

Tim bedah Minimal Invasif sendiri terdiri dari 

  • Bedah Digestif
    1. dr. Johnny Syoeib., SpB-KBD
    2. dr. M. Mulyono., SpB-KBD
    3. dr. Erik Prabowo, M.Si.Med., SpB-KBD
    4. dr. Abdul Mughni, M.Si.Med., SpB-KBD
    5. dr. B. Parish Budiono, M.Si.Med., SpB-KBD
    6. dr. Martahadinan, M.Si.Med, SpB-KBD
    7. dr. Dimas Erlangga N, M.Si.Med., SpB-KBD
    8. dr. Ahmad Fathi Fuadi., SpB-KBD

    Bedah Anak
    1. dr. Edwin Basyar, M.Kes., SpB, SpBA
    2. dr. Avriana Pety Wardani, SpBA
    3. dr. Rudiyuwono Rahardjo, M.Si.Med., SpB, SpBA
    4. dr. Agoes Wibisono., SpBA

    Bedah Orthopedi
    1. dr. Agus Priambodo, SpB., SpOT(K)
    2. dr. Andri Ruliananto Winoto., SpOT (K)
    3. dr. Didi Hertanto, M.Si.Med., SpB, SpOT(K)
    4. dr. Robin Novriansyah, M.Si.Med., SpB, SpOT(K)

    Bedah Urologi
    1. dr. Ardy Santoso., SpU
    2. dr. M. Adi Soedarso., SpU
    3. Dr. dr. Eriawan Agung Nugroho., SpU
    4. dr. Nanda Daniswara., SpU(K)
    5. dr. Sofyan Rais Addin., SpU

    Bedah Onkologi
    1. dr. Djoko Handojo., M.Si.Med., SpB(K)Onk
    2. dr. Benny Issakh., SpB(K)Onk
    3. Dr. dr. Darwito., S.H, SpB(K)Onk
    4. Dr. dr. Yan Wisnu Prajoko., M.Kes., SpB(K)Onk
    5. Dr. dr. Selamat Budijitno., M.Si.Med., SpB(K)Onk
    6. dr. Subiyakto., M.Si.Med., SpB(K)Onk
    7. dr. Wasisto Dwi Yudisaputro., M.Si.Med., SpB(K)Onk

    Bedah Thorak Kardio Vaskular
    1. dr. Wahyu Wiryawan,SpB,SpBTKV
    2. dr. Sahal Fatah,SpB,SpBTKV
    3. dr. M. Ali Shodiq, Sp.B, SpBTKV

    Bedah Plastik
    1. dr. M.Rizqy Setyarto,SpB,SpBP-RE(K), MARS
    2. dr. Najatullah, SpBP-RE(K), MARS
    3. dr. Pujisriyani, SpBP-RE
    4. dr. Gina Yunita Joice Sitorus, SpBP-RE

 

RSUP Dr. Kariadi telah memiliki peralatan bedah laparoskopi sejak awal tahun 2000, saat ini untuk bedah digestif, bedah anak, bedah urologi dan bedah onkologi RSUP dr. Kariadi Semarang memiliki 3 set alat laparoskopi advance yang dapat digunakan untuk melakukan hampir semua prosedur operasi kompleks yang dilakukan di pusat pelayanan unggulan dunia. Sementara untuk bedah orthopedi kami memiliki satu set alat artroskopi.

RSUP Dr. Kariadi terus mengembangkan kemampuan ahli bedah - ahli bedah kami, dan terus mengembangkan peralatan yang diperlukan untuk dapat memberikan pelayanan terbaik kelas dunia

Dalam mengerjakan prosedur pembiusan sebelum melakukan bedah digestif pada pasien dewasa dan anak dengan penyakit tumor keganasan yang mengancam jiwa seperti tumor keganasan, dan menjadi pusat rujukan bagi pasien yang pasien luar Indonesia . “Kami merupakan pusat rujukan nasional luar pulau yang tengah melakukan operasi digestif kanker hati, pankreas pertama kali di Indonesia,”terang dr Erik Prabowo, M.S.Med., SpB-KBD.

Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr Kariadi Semarang juga melakukan kerjasama dengan rumah sakit lain seperti rumah sakit umum pusat nasional Dr Cipto Mangunkusumo serta RSUD lainnya yang berada di Jawa Tengah untuk kepentingan pelayanan kesehatan masyarakat. Dimana RSUP Kariadi merupakan rujukan tertinggi di Jawa Tengah.

Informasi mengenai peta lokasi, jalur dan moda transportasi yang digunakan untuk menuju RSUP Dr. Kariadi Semarang

Pesawat

Bandar Udara Ahmad Yani Semarang ⇒ Taxi ⇒ RSUP Dr. Kariadi

Kereta Api

  1. Stasiun Tawang Semarang ⇒ Taxi ⇒ RSUP Dr. Kariadi
  2. Stasiun Poncol Semarang ⇒ Taxi ⇒ RSUP Dr. Kariadi

Bus

  1. Dari Terminal Mangkang (Barat Kota Semarang)
    • Naik Bus Trans Semarang Koridor 1 (Mangkang - Penggaron)
    • Turun di halte Balai Kota (jalan Pemuda)
    • Naik Bus Trans Semarang Koridor 2 (Terboyo - Sisemut)
    • Turun di halte RSUP Dr. Kariadi
  2. Dari Terminal Terboyo (Utara Kota Semarang)
    • Naik Bus Trans Semarang Koridor 2 (Terboyo- Sisemut)
    • Turun di halte RSUP Dr. Kariadi
  3. Dari Terminal Penggaron (Timur Kota Semarang)
    • Naik Bus Trans Semarang Koridor 1 (Penggaron- Mangkang)
    • Turun di halte Balai Kota (jalan Pemuda)
    • Naik Bus Trans Semarang Koridor 2 (Terboyo - Sisemut)
    • Turun di halte RSUP Dr. Kariadi
  4. Dari Terminal Banyumanik (Selatan Kota Semarang)
    • Naik Bus Trans Semarang Koridor 2 (Sisemut- Terboyo)
    • Turun di halte RSUP Dr. Kariadi

Semua pasien yang akan melakukan tindakan bedah minimal invasif bisa merujuk pasien bidang spesialis penyakit dalam, spesialis psikiatri, klinik gizi. "Karen RSUP DR. KARIADI merupakan rujukan tersier yang memberikan pelayanan komprehensif sel punca. Perpindahan antar rumah sakit. Jika kasus yang darurat, silakan kontak ke IGD RS. Dr. Kariadi dengan memberikan keterangan klinik yang cukup,"terang dr Erik Prabowo M.Si. Med, SpB-KBD


Last Update : 26-Mar-24 By: hukmas
Share: